Jl. A Yani No. 2, Surakarta 57128 Telp. 0271 653650

Selasa, 25 Januari 2011

Transmisi Musik

B. Mengaplikasikan Unsur-Unsur Musik
Mengaplikasikan unsur-unsur musik ke dalam suatu karya musik nusantara dapat dilakukan dengan cara transmisi. "Transmisi" dalam musik merupakan proses penggarapan sebuah komposisi/lagu nusantara ke dalam sebuah bentuk pembaharuan . Dengan transmisi, musik nusantara tetap tegak berdiri. Musik nusantara yang mengarah punah dan jauh dari jangkauan terus berkembang hingga kini.
Dalam proses transmisi, kegiatan dapat dilakukan dengan memberikan:
  • rangkaian gerak akor dalam lagu,
  • variasi pola irama/pengiring
  • variasi nada-nada melodi
1. Rangkaian Gerak Akor
Sebelum mempelajari gerak akor terlebih dahulu kita akan mempelajari tentang akor dalam hbubnannya dengan harmoni.
Harmoni  : hubungan sebuah nada dengan nada yang lain secara vertikal ( overtone series) yang berprinsip dari hukum-hukum fisika dan sangat erat hubungannya dengan peristiwa alam. Konsep vertikal ini merupakan dasar harmoni musik barat yang dikenal dengan istilah " sistem tonal " yaitu pergerakan bunyi alami menuju tonika ( nada utama).
Harmoni dalam musik gamelan (nusantara) terletak pada perbedaan frekuensi nada-nada melodi musik (horizontal) yang menimbulkan efek ketegangan dengan menggunakan modus  tertentu (pelog, slendro). 
Musik gamelan dianggap menggunakan "sistem modal " dengan kecenderungan pergerakan nada menuju nada pusat (central tone ). Nada-nada pusat dalam gamelan disebut dengan istilah "Pathet/sih".
Harmoni memberikan isi, kekayaan, dan warna pada musik. 
Harmoni memiliki elemen interval dan akor.
  • interval : jarak yang terdapat pada dua nada
  • akor     : susunan tiga nada atau lebih yang apabila dibunyikan secara serempak terdengar  
  •               enak dan harmonis.
Akor mengiringi melodi lagu agar menjadi satu kesatuan utuh dan enak didengar. Jadi, melodi memenuhi aspek musik (hubungan nada-nada) secara horizontal, sedangkan harmoni memenuhi aspek musik dalam hubungan nada-nadanya secara vertikal.

Pembentukan trinada ( 3 nada ) pada dasarnya dimulai dari sebuah nada yang dijadikan sebagai dasar akor.  
Nada ke-2 adalah terts.(2 nada dari nada dasar)
Nada ke-3 adalah kuint (4nada dari nada dasar)
                                                                                          G              5     nada kuint
                                                                                   E             3       nada terts
                                                                           C              1       nada dasar
Untuk lebih jelasnya kita lihat dalam tangga nada natural pada sangkar nada di bawah ini:
Akor tingkat  I     : c' - e' - g'     ( C )    tonika
Akor tingkat  II    : d' - f' - a'     ( Dm)  supertonika
Akor tingkat  III   : e' - g' - b'    ( Em)   median
Akor tingkat  IV   : f' - a' - c''    ( F )    sub dominan
Akor tingkat  V    : g' - b' - d''   ( G )   dominan
Akor tingkat  VI   : a' - c' - e''   ( Am)  sub median
Akor tingkat  VII  : b' - d' - f''   (Bdim) Introduktor/leading not

Akor tingkat I, IV, dan V ( akor pokok ) disebut juga akor Mayor karena jarak interval nada dasar akor dengan nada terts-nya 2 dan disebut terts besar (mayor) 
Akor Minor : jarak nada dasar akor dengan terts-nya 11/2.= Akor II, III, dan VI.
Akor diminish : Jarak interval nada dasar akor dengan kuint-nya 3 dan disebut kuint kurang (diminish) = akor VII.
Akor minor dan diminished dikelompokkan sebagai akor tambahan karena berfungsi sebagai pemanis gerak akor dalam mengiringi lagu.
Tingkatan akor pada tangga nada Kromatis




tanda tingkat akor
mula       I        II         III       IV        V  VI         VII
1# G Am Bm C D Em F#dim
2# D Em F#m G A Bm C#dim
3# A Bm C#m D E F#m G#dm
4# E F#m G#m A B C#m D#dim
5# B C#m D#m E F# G#m A#dim
6# F# G#m A#m B C# D#m E#dim
7# C# D#m E#m F# G# A#m B#dim
1b F Gm Am Bb C Dm Edim
2b Bb Cm Dm E F Gm Adim
3b Eb Fm Gm Ab Bb Cm Ddim
4b Ab Bbm Cm Db Eb Fm Gdim
5b Db Ebm Fm Gb Ab Bbm Cdim
6b Gb Abm Bbm Cb Db Ebm Fdim
7b Cb Dbm Ebm Fb Gb Abm Bbdim















  • Lambang Akor
Ada dua jenis lambang akor : - angka ( mmenggunakan angka Romawi besar                                                        " mayor", romawi kecil "minor".
 














                                             - huruf (diambil dari nada yang dijadikan dasar                                                        akornya.

Contoh penulisan akor pada tangga nada natural























Tingkatan akor Nama akor Lambang Angka Lambang huruf
I C mayor I C
II D minor IIm atau ii Dm
III E minor IIIm atau iii Em
IV FMayor IV F
V GMayor V G
VI A minor VIm atau vi Am
VII B diminished VIIdim atau vii Bdim









































































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar